Rabu, 25 Desember 2013

Pertemuan 1 ( M. Word )

1. Mengcopi Data 
cara 1 

  • Cntr + C
  • Cntr  + V
cara 2 :
  • Blok file yang akan dikopi
  • Klik Kanan
  • Pilih Copy
  • Klik kanan lagi
  • Pilih Paste





















2. Style

Style adalah salah satu fitur di Microsoft Word yang memungkinkan anda untuk membuat sebuah format teks yang sudah ditentukan sebelumnya. Format teks ini mencakup semua aspek yang anda inginkan, bukan hanya font saja, namun ukuran font, spacing, warna teks, dan letak teks. Semua dapat anda atur menjadi satu, tanpa harus mengganti-ganti format teks tiap saat.


Hal ini sangat berguna jika anda telah mengerjakan sebuah dokumen yang panjang atau sebuah buku. Misalnya, anda ingin menulis pada bagian prologue pada tiap bab genap. Kemudian, anda juga ingin menulis prologue pada bab ganjil, namun dengan format yang berbeda. Tentu saja, mengganti-ganti font atau mengatur format lainnya akan menghabiskan waktu berharga anda. Untuk itu, Style dapat menjadi solusi atas semua itu.

  • Cara menggunakan style
  1. Pilih teks yang ingin diberi style.
  2. Pada Home tab, Styles group, klik style yang diinginkan (misalnya, Heading 1). Klik tombol More more button untuk melihat pilihan style yang lain dalam galeriQuick Styles.
    Styles Group - Word 2007
  • Cara membuat style sendiri
  1. Pilih teks yang akan dibuat style ( teks ini pastikan telah anda edit sedemikian rupa di "paragraf"
  2. Klik kanan 
  3. Pilih style
  4. pilih save selectian a s a new quick style


5. Pada kotak nama isi nama stlye yang anda inginkan 
6. ok , maka akan muncul style anda pada hometab







  •  Menghapus style

  •  Menghapus satu teks saja
    1. Klik teks yang ingin dihapus style-nya.
    2. Klik Styles Dialog Box Launcher Dialog Box Launcheruntuk menampilkan Styles Pane dan pilih Clear All.
      Styles Pane
  • Menghapus beberapa teks dengan style yang sama sekaligus
    Misalnya, menghapus semua teks yang diberi style Heading 1.
    1. Klik salah satu teks dengan style Heading 1.
    2. Pada Home tab, Styles group, klik kanan style Heading 1 dan pilihSelect All.
    3. Klik Styles Dialog Box Launcher Dialog Box Launcher untuk menampilkan Styles Pane dan pilih Clear All.

  • Cara mengubah style
Kadang-kadang setelah kita memberi style pada teks, mungkin kita ingin mengubahnya lagi. Misalnya, kita mempunyai 30 teks dengan style Heading 1 dan akan mengubah ukuran font Heading 1 dari 14 pt menjadi 30 pt.
Ada 2 cara untuk mengubah semua style secara cepat.
  • Cara I:
    1. Pilih salah satu teks dengan style Heading 1.
    2. Ubah ukuran font.
    3. Selanjutnya agar semua teks Heading 1 mengikuti style yang baru, gunakan cara berikut ini:
      1. Pada Home tab, Styles group, klik kanan style yang ingin diubah (Heading 1).
      2. Pilih Update Heading 1 to Match Selection. Sekarang semua teks dengan style Heading 1 sudah diubah mengikuti style yang baru.
  • Cara II:
    1. Pada Home tab, Styles group, klik kanan style yang ingin diubah (misalnya, Heading 1).
    2. Klik Modify untuk menampilkan kotak dialog.
    3. Pada kotak dialog Modify Style, beri centang pada kotakAutomatically update dan klik OK.
    4. Selanjutnya, cukup lakukan perubahan yang diinginkan pada salah satu teks Heading 1, sementara teks yang lain akan diubah secara otomatis.

Pertemuan 2 ( M. Excel )

M.Excel adalah sesi M.Office kedua yang dibahas dalam mata kuliah komputer kali ini :) .
Banyak sekali materi baru yang dipelajari disini yang belum pernah anda temui selama masa pembelajaran komputer anda di sekolah - sekolah  .
Oke Check this out guys .......
1.      Cara menggabungkan sel dan
a.      Blok cell yang ingin digabungkan
b.      Klik merge cell
c.       Klik warp text dan midlle align
2.      Cara membuat border
a.      Blok semua table yang ingin diberi border/garis pinggir
b.      Klik kanan mouse , dan pilih format cel
c.       Pilih border
d.      Pilih border yang kamu inginkan
e.      Ok


.      Cara membuat grafik
a.      Pertama-tama buatlah data yang akan dibuat grafik dalam bentuk table. Sebagai contoh bisa dilihat gambar dibawah ini.
b.      Blok area table mulai B3 sampai dengan D15

Add caption

c.       Buka ribbon Insert kemudian pilih salah satu bentuk grafik yang diinginkan pada group menucharts. Misalnya kita pilih saja bentuk column dengan sub pilihan 2-D column seperti gambar dibawah ini.


d.   Cara membuat grafik pada microsoft excel selanjutnya adalah Maka secara otomatis grafik akan muncul di lembar kerja tersebut. Dapat anda lihat bahwa antaragrafik dan data saling terhubung. Jika data di table anda rubah, maka secara otomatis grafik juga akan berubah. Kini anda dapat memperbesar ukuran grafik dengan drag pojok cart area kearah keluar kemudian atur sesuai dengan keinginan.



Cara menjumlahkan data
1.Tulis formula pada cell yang ingin kamu jumlahkan, =sum(cell yang akan dijumlahkan)
2 Enter


 Cara merataratakan data
1.      Tulis formula pada cell yang ingin dirata-ratakan =average(cell yang akan dirata-ratakan)
2.      Enter 
Cara menjumlahkan data berupa huruf
1.      Tulis formula pada cell yang ingin kamu jumlahkan, =countif(cell yang akan dijumlahkan,”data yang akan dijumlahkan”)
2.       Enter

1.      Cara membuat menu
1.              Silakan anda buat dokumen excel yang terdiri dari 3 sheet atau lebih. Sheet 1 anda beri nama MENU UTAMA, kemudian sheet 2 dan seteruskan anda beri nama Januari, Februari dan seterusnya.
2.              Silakan kembali ke sheet 1 (MENU UTAMA). Buat sebuah menu seperti tampak pada gambar di bawah ini. Agar tampilan menu lebih cantik silakan anda buat menggunakan AutoShape.
3.              Seperti mengubah nama cell ,ubah nama cell januari dengan nama yang anda inginkan ex”januari”
4.              Klik sheet januari ,pada sheet panggil menu yang telah dibikin tadi dengan =januari. , enter
5.              maka akan muncul nama januari
 


 Cara mengunci sheet
  1. .      Pilih sheet yang akan dikunci
.      
      2. Pilih menu review ,klik protect shee
      3. Jika suda muncul tampilan dibawah ini,ketik pasord yang diinginkan
          4. OK
          5. Pada kotak confirm password ,ketikulang paswrd tadi



                 6.OK 



Cara membuka kunci sheet
11.  Pilih sheet yang akan dibuka kuncinya



2  2. Pilih menu review ,klik unprotect sheet
3  3. Ketik pasord yang digunakan ketika akan mengunci tadi



4.Ok

  Cara membuat hyperlink
1.      Silakan kembali ke sheet 1 (MENU UTAMA).
2.      sekarang saatnya kita menghubungkan daftar menu yang telah kita buat dengan sheet tujuan. Silakan anda klik salah satu menu, misal menu JANUARI, kemudian klik Insert, Klik Hiperlink, maka akan muncul seperti pada gambar di bawah ini


3.      Pada kotak edit hyperlink ,pilih sheet yang akan dijadikan hyperlink tujuan


4.      Pilih screentip , di screentip tulis nama yang  kamu inginkan
5.      Ok
6.      Klik JANUARI (apabila anda akan menghubungkan menu JANUARI dengan sheet JANUARI). Klik OK. Nah sekarang anda coba arahkan mouse ke menu JANUARI, maka kursor akan berubah menjadi gambar tangan menunjuk, silakan anda klik, maka secara otomatis sheet JANUARI akan terbuka.

Manajemen Data

Manajemen Data adalah serangkaian aktifitas dalam mengelola data mulai dari persiapan entri data sampai menghasilkan informasi untuk disajikan dalam laporan yang berkaitan dengan data yang bersangkutan. Data yang akan dikelola disini adalah database.
Database  atau data dasar / basis data : adalah kumpulan angka, huruf, lambang, event dan lain-lain yang tersusun atas baris dan kolom dimana satu kolom adalah satu informasi hasil ukur yang nilainya bervariasi (variable) dan satu barus adalah semua hasil ukur yang diperoleh dari satu ojek ukur, disebut juga dengan sampel (record). Susunan tersebut belum memiliki arti apa-apa atau belum bisa diambil kesimpulan.
Manajemen dan Analisis Data adalah berbagai upaya yang dilakukan agar database dapat menghasilkan informasi atau dapat ditarik kesimpulan darinya.
Berdasarkan beberapa pengertian di atas, maka aktifitas Manajemen Data dapat dirincikan sebagai berikut (K=kategorik, N=numerik) :
  1. Merancang kuesioner
  2. Membuat Template
  3. Merancang Check
  4. Memasukkan data (data antry)
  5. Penggabungan Data (merge)
  6. Export Data
  7. Import Data
  8. Cleaning Data (K, N, L)
  9. Transformasi Data (KàK, NàK, dan NàN)
  10. Analisis Data (univariat, bivariat, dan multivariat)
Kegiatan 1-6 dapat dengan mudah dikerjakan dengan Epidata, sedangkan kegiatan 7-10 menggunakan SPSS. Pasangan kedua aplikasi ini merupakan pasarangan serasi. Dikatakan serasi karena kedua aplikasi saling melengkapi. Epidata sangat unggul dalam manajemen data tahap awal dan tidak memiliki kemampuan dalam manajemen data tahap lanjut. Sebaliknya SPSS sangat lemah dalam manajemen data tahap awal namun sangat ampuh dalam manajemen data tahap lanjut. Oleh sebab itu kedua aplikasi ini dipasangkan dalam pengerjaan Manajemen Data.

PENGABUNGAN DATA

Penggabungan
1.       Menambah record (append)
2.       Menambah variabel (merge)
Ad.1 : menggabungkan isi file dengan menambahkan record dari data dengan struktur database yang sama
Ad.2 : menggabung 2 atau lebih sisi file jumlah record sama dengan menambahkan variabel file kedua dengan file pertama
Yang akan dilakukan dengan praktek ini adalah yang 1 , karna data dientri dengan template yang sama
File 1 digabung dengan file 2 , hasilnya disimpan dalam nama baru . berikutnya nama baru ( gab1 dan gab 2 ) dengan file ke-3 , dst.
Value labels : adalah definisi masing – masing aktegori dari data kategorik
Perintahynya didalam SPSS adalah :ADD Value Label
Syntax : ADD VALUE LABELS field 1 ‘defini 1:definis 2 ….. dst
Contoh pekerjaan responden yang terdiri dari 6 kategori
ADD VALUE LABELS kerja 1 ‘PNS’ 2 ’Swasta’ 3 ‘wiraswasta’ 4 ‘pedagang’ 5 ‘buruh/tani’ 6 ’lain2’

Cleaning Data

Cleaning data ditujukan untuk membersihkan data dari data yang tidak lengkap, tidak jelas dan tidak konsisten. Hal ini dilakukan untuk menghindari GIGI (garbage In Garbage Out).

Data perlu dibersihkan karna ada kotoran
Kotoran data (garbage) adalah data yang :
  1. 1.       Tidak Lengkap : harusnya terisi tapi tidak terisi , atau isian tidak sempurna .
  2. 2.       Tidak jelas : kode yang diberikan tidak terdapat pada kode yang sah
  3. 3.       Tidak konsisten : Pertanyaan bersarat yang terlanggar , misalnya belum nikah tapi sudah punya anak
  4. 4.       Out of range : lebih besar atau lebih kecil dari batasan normal misalnya , tekanan darah sistolik sampai 900 mmHg , umur ibu 9 tahun sudah hamil

Tujuan cleaning data untuk menghindari GIGO (Garbage in garbage out )
Cleaning data terbagi 3 tahap :
1.       Cleaning data kategorik
2.       Cleaning data numerik
3.       Cleaning data logikal

contoh

Data yang tidak konsisten bisa terjadi pada data bersyarat yang terkait antar 1 variabel dengan variabel lainnya. Misalnya antara keikut sertaan ker-KB dengan pemakaian kontrasepsi. Responden yang akseptor harus merespon alat kontrasepsi yang dipakainya. Demikian juga apabila dia tidak akseptor maka harus memberikan alasan kenapa tidak ber KB. Responden yang ber KB tapi tidak menyebutkan cara ber KB yang ia lakukan dikatakan tidak konsisten, atau sebaliknya responden yang tidak ber KB tapi menggunakan salah satu kontrasepsi yang ada juga tidak konsisten.
Pada kasus ini akan dilakukan cleaning pada 2 kasus :
1. Pada Pemeriksaan kehamilan [pernah] dengan frekuensi pemeriksaan kehamilan [kali] dan layanan yang didapat pada pemeriksaan pertama kali [fundus, tensi, ukurtb, tfe dan itt]
2. Keikut sertaan ber KB [akseptor], kontrasepsi yang dipakai [ksepsi], dan alasan kenapa tidak ber KB [alasan].
Langkah-langkah mengerjakannya adalah sebagai berikut
KASUS 1 : pernah, kali dan ([fundus, tensi, ukurtb, tfe dan itt])
1. Buat distribusi frekuensi 7 variabel di atas sekaligus
2. Periksa apakah jumlah yang pernah memeriksakan sudah sama dengan yang merespon berapa kali pemeriksaan kehamilan dan 5 variabel layanan pertama kali.
3. Jika terdapat perbedaan angka berarti data tidak konsisten.
Pemeriksakan Kehamilan
Frequency
Percent
Valid Percent
Cumulative Percent
Valid
Pernah
3156
94.0
94.0
94.0
Tidak
200
6.0
6.0
100.0
Total
3356
100.0
100.0
Pada output di atas terdapat 3.156 sampel yang menjawab perneah memeriksakan kehamilan, sedangkan pada output frekuensi pemeriksaan kehamilan ada 3.160 yang memberikan jawaban frekuensi. Berarti terdapat perbedaan angka sebanyak 4 orang.
Angka yang 4 berarti ada responden yang tidak pernah memeriksakan kehamilan tapi memberikan jawab berapa kali diperiksa. Hal ini mustahil ditemukan pada alam nyata.  Pada saat mendisain check jika responden yang tidak pernah memeriksakan kehamilan maka kursor akan jumping ke pertanyaan berikutnya tanpa melewati frekuensi pemeriksaan kehamilan. Seharusnya responden yang tidak pernah diperiksa maka frekuensinya akan missing (tidak ada isian).
Frekuensi Pemeriksakan Kehamilan
Frequency
Percent
Valid Percent
Cumulative Percent
Valid
1
158
4.7
5.0
5.0
2
350
10.4
11.1
16.1
3
540
16.1
17.1
33.2
4
735
21.9
23.3
56.4
5
394
11.7
12.5
68.9
6
336
10.0
10.6
79.5
7
151
4.5
4.8
84.3
8
114
3.4
3.6
87.9
9
68
2.0
2.2
90.1
10
104
3.1
3.3
93.4
11
62
1.8
2.0
95.3
12
41
1.2
1.3
96.6
13
26
.8
.8
97.4
14
15
.4
.5
97.9
15
15
.4
.5
98.4
16
8
.2
.3
98.6
17
5
.1
.2
98.8
19
1
.0
.0
98.8
20
3
.1
.1
98.9
21
5
.1
.2
99.1
22
2
.1
.1
99.1
23
3
.1
.1
99.2
31
5
.1
.2
99.4
41
10
.3
.3
99.7
51
5
.1
.2
99.9
61
2
.1
.1
99.9
67
1
.0
.0
100.0
91
1
.0
.0
100.0
Total
3160
94.2
100.0
Missing
System
196
5.8
Total
3356
100.0
Pertanyaan berikutnya adalah bagaimana menemukan 4 record yang tidak konsisten tersebut ?
4. Temukan record yang missing (tidak konsisten) tersebut.
Untuk menemukan record yang inkonsisten pada kasus ini harus dimengerti lebih dahulu kode variabel. Kode untuk variabel pernah adalah 1=pernah, 2=tidak. Oleh karena ketentuan yang benar semua responden yang tidak pernah maka frekuensi pemeriksaannya harus missing, maka tugas kita adalah mencari responden yang tidak pernah tapi frekuensinya terisi.
Perintah SPSS yang dapat digunakan untuk menemukan record adalah sort (mengurutkan data). Pengurutan data dilakukan untuk 2 variabel sekaligus (pernah dan kali).
Urutkan variabel pernah dengan sort order descending (agara kode 2, tidak, terletak di atas) dan variabel kali dengan sort order descending juga agar dari semua yang tidak pernah memeriksakan kehamilan tapi frekuensinya ada akan terletak paling atas dari urutan data.

Seharusnya responden yang tidak pernah memeriksakan kehamilan frekuensinya missing, maka pada gambar di atas setelah disort terlihat 4 record terisi frekuensinya. Inilah data yang dilaporkan tidak konsisten pada perintah frequencies pada langkah 1 di atas.
5. Lakukan pengecekan pada kuesioner fisik tentang ketidak konsistenan ini. Jika diperlukan perlu melakukan pegukuran kembali ke objek ukur.